header
panduan perizinan kota kediri

hari jadi kota kediri big sale 2010

cukai
 
review

Kepemimpinan Perempuan dan Pengembangan Diri


Oleh. Hj. Romawati, SE, MM

 

Dalam rangka ikut serta menyukseskan pembangunan di berbagai bidang, kaum perempuan di Indonesia kita akui memanh telah mempunyai hak, kedudukan, kewajiban dan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Perempuan kini bukan lagi sebagai konco wingking tetapi lebih dari sebagai mitra kerja yang mempunyai kedudukan sejajar dengan laki-laki. Namun demikian perempuan tetaplah perempuan yang kental dengan kodratnya. Seiring perputaran waktu dari zaman ke zaman, perwujudan emansipasi kaum perempuan Indonesia dalam ikut serta mengayuh roda pembangunan bangsa di era globalisasi ini, semakin mampu meyakinkan dunia bahwa perempuan pun bisa melakukan aktivitas yang sama dengan laki-laki terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan ketrampilan dengan melebarkan sayap melalui talenta dan wawasan pengetahuan yang dimilikinya.

 

Tidak sedikit keberhasilan yan gtelah dicapai kaum perempuan di dalam memperjuangkan kemampuannya untuk menggapai masa depan sesuai cita-cita luhur para pendahulunya, seperti Tjut Nyak dien, Dewi sartika, SK Trimurti dan masih banyak lagi tokoh-tokoh perempuan yang piawai dalam memunculkan citra dirinya ‘inner game’ seperti halnya RA. Kartini yang telah berhasil mendobrak pintu keterasingan dengan segala keterbatasannya yang sempat mengisolasi kehidupan perempuan pada zamannya.

 

Setelah mendapat kesempatan menghirup udara bebas dalam artian persamaan hak dengan kedudukan laki-laki, tidak ada lagi istilah berpangku tangan bagi kaum perempuan. Aktivitasnya kini lebih terpacu dan tersemangati seiring keberhasilan pendidikan yang telah ditempuhnya sehingga dapat mencapai kedudukan yang tinggi sesuai harapan yang dicita-citakan. Kita jadi teringat tulisan Karl Rogers “Dalam diri setiap manusia terdapat kemampuan besar untuk mengerti diri sendiri dan untuk mengembangkan dirinya sendiri.” Realitanya, kini tak dapat lagi dihitung dengan jari, banyak sudah p[erempuan yang menjadi pemimpin, menduduki posisi strategis sebagai ujung tombak kemajuan suatu bangsa, yaitu sebagai ‘presiden’, sebagai bupati/walikota, sebagai pimpinan lembaga penegak hokum, sebagai anggota legislative, seb agai pemimpin perusahaan, ada pula yang berhasil meraih gelar doctor, dokter, sebagai tenaga pendidik/guru, dan masih banyak lagi kedudukan yang kini dikuasai kaum perempuan.

 

Berbicara masalah kepemimpinan (leadership) ada beberapa hal yang perlu dicermati oleh seorang pimpinan. Seorang pemimpin dituntut mampu memenuhi beberapa criteria kepemimpinan dalam mengarahkan karyawan bawahannya untuk mencapai tujuan, karena hal tersebut merupakan syarat yang harus dilakukannya, di antaranya adalah mengetahui siapa yang dipimpin, apa tujuan yang akan dicapai, selanjutnya memberikan arahan, bimbingan, menggerakkan, mengambil keputusan dan mengevaluasi.

 

Pada dasarnya jiwa kepemimpinan adalah penting untuk dimiliki kaum perempuan yang diharapkan mampu mengajak dan memotivasi karyawan di bawahnya untuk bersama-sama mencapai harapan ke depan.

 

Ada beberapa modal dasar sebagai kualitas yang mutlak perlu disandang seorang pemimpin, yaitu : besedia mengambil resiko, selalu menginginkan pembaharuan, bersedia mengurus dan mengatur, mempunyai harapan tinggi, bersikap positif dan berani tampil/berada pada posisi terdepan.

 

Disamping itu ada juga yang disebut dengan manager akan tetapi tugas dan fungsinya adalah menindaklanjuti atau sebagai kepanjangan tangan pimpinan di atasnya. Dalam hal ini tugas seorang manager adalah menggunakan wewenang serta kebijakan organisasi/perusahaan untuk menggerakkan karyawan di bawahnya guna mencapai tujuan yang ditetapkan. Manager yang sukses adalah yang memiliki unsur kepemimpinan dan mampu menerapkan serta mengembangkannya-manager as a leader. Sedangkan untuk memperoleh kualitas integritas, perlu ditularkan, diimplementasikan dan dikembangkan kepada karyawan di bawahnya.

 

Leadership dapat dipelajari, dipupuk dan dikembangkan oleh siapapun. Tak terkecuali tokoh-tokoh perempuan yang kini bermunculan sebagai wakil rakyat, kendatipun harus ditempuh dengan perjuangan yang berliku dan nyaris mematahkan semangat ketika keberhasilan itu tertunda atau gagal.

 

Era reformasi merupakan tonggak sejarah baru bagi kelangsungan pembangunan, telah membuka kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk melaksanakan perubahan mendasar di berbagai bidang, termasuk di dalamnya adalah terbukanya peluang yang dapat dimanfaatkan oleh kaum perempuan untuk meningkatkan peransertanya di tengah-tengah masyarakat. Meningkatkan kuantitas dan kualitas kemandirian merupakan peluang bagi perempuan dalam berorganisasi agar lebih mampu memfasilitasi program pemberdayan perempuan dan memperjuangkan Hak Azazi Manusia/HAM bagi perempuan, perlindungan hokum, pengahpusan tindak kekerasan/KDRT dan pengingkatan kesejahteraan.

 

Sejujurnya perlu diakui bahwa adanya komitmen Nasional dan Internasional yang telah membuka kesempatan dan peluang bagi perempuan untuk berperan aktif di berbagai kehidupan, baik di dalam keluarga dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, telah berhasil mewujudkan kesetaraan dan keadilan dalam bermasyarakat artinya peranserta perempuan benar-benar telah diberdayakan dan ditempatkan pada porsi yang sesuai dengan kemampuan/profesinya. Dan untuk mendukung kelangsungan pemberdayaan perempuan, aktivitas dan kreativitas perlu terus ditingkatkan.

 

Dengan semangat reformasi, semoga kesempatan untuk mengembangkan diri semakin terbuka khususnya bagi kaum perempuan Indonesia di dalam mencapai cita-cita nan luhur.

Romawati 04/05/2009

ARSIP ARTIKEL LAINYA
10/05/2010 | Menuju Lansia Sehat
10/05/2010 | Telur Dan Cara Pengawetan
01/03/2010 | Mengenali Kanker Serviks, Si Pembunuh Wanita
04/05/2009 | Mari Selamatkan Remaja
 
 
 
© Pemerintah Kota Kediri (b@d)