M. TAUFIK DAVIT, Sarjana Teknik yang Sukses dengan Usaha Tahu Kentucky (Succes Story Program SMPP )
Kemiskinan adalah merupakan
permasalahan sosial yang sangat kompleks dan bukan sekadar persoalan kekurangan
pendapatan atau tidak dimilikinya asset produksi untuk melangsungkan kehidupan.
Kemiskinan selain berkaitan dengan ketidakmampuan sebuah keluarga untuk
memenuhi kehidupan sehari-hari, dalam hal ini tentu termasuk didalamnya kondisi
yang rentan, ketidak berdayaan, keterisolasian dan kelemahan jasmani pada
keluarga tersebut.
Bilamana kita menengok kembali
akan maksud dan tujuan dilaksanakannya pembangunan, tentu kita sudah sangat
mafhum bahwa semuanya ditujukan bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
Pembanguan dan hasilnya tidak
boleh dilaksanakan dan dinikmati “hanya”oleh orang atau kelompok tertentu, tetapi harus dapat mengikut sertakan
warga miskin untuk berkarya agar dapat menikmati hasil dari jerih payahnya.
Sebagaimana yang telah
dilaksanakan oleh Kabupaten/ Kota yang
lain, Pemerintah Kota Kediri senantiasa berupaya untuk meringankan beban
masyarakat terutama bagi warga miskinnya. Beberapa program penanggulangan
kemiskinan telah digulirkan dan dilaksanakan antara lain : Program Jaminan
Kesehatan bagi Masyarakat Miskin - Jamkesmas, Bantuan Operasional Sekolah -
BOS, Bantuan Beras Bagi Masyarakat Miskin-RASKIN, serta program-program
lainnya.
Saat ini, masyarakat Kota
Kediri sangat membutuhkan adanya program-program yang secara riil mampu
memberikan hasil yang nyata dan mampu menambah penghasilan masyarakat khususnya
masyarakat miskin sehingga perkembangan jumlah penduduk miskin dapat dikurangi.
Sangat bisa dipahami bilamana upaya-upaya dari Pemerintah Kota dikembangkan
dalam rangka untuk mendorong terwujudnya kondisi sosial ekonomi masyarakat yang
lebih sejahtera dan lebih bermartabat. Namun, kita juga harus dapat memahami
bahwa dengan situasi dan kondisi kehidupan saat ini, sangat sulit bilamana
masyarakat hanya bergantung pada upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah.
Selain Pemerintah, ada 2 pilar pembangunan lainnya yang juga harus diberikan
ruang yang cukup untuk ikut berperan aktif didalam setiap kegiatan pembangunan,
yaitu masyarakat dan pihak swasta. Sebaik apapun program-program yang dibuat
oleh Pemerintah, Masyarakat, maupun pihak Swasta bilamana dilaksanakan secara
sendiri-sendiri tentu hasilnya tidak akan terlalu signifikan terhadap
upaya-upaya untuk menekan permasalahan sosial maupun ekonomi. Dalam hal ini
kita membutuhkan pihak Swasta yang cakap, tidak hanya didalam mengelola
kegiatan usahanya tapi sekaligus juga peka terhadap permasalahan lingkungan
eksternalnya. Dan kita juga sangat
membutuhkan munculnya motivator – motivator pembangunan dilingkungannya yang
mampu merubah pola pikir masyarakat khususnya masyarakat miskin, dari yang
pesimis dan apatis menjadi individu yang optimis dan berkeyakinan bahwa mereka
juga dibutuhkan pada setiap proses pengambilan keputusan dan pada proses
pelaksanaan kegiatan pembangunan.
Sangat beruntung, bilamana
Kota Kediri memiliki begitu banyak motivator–motivator aktifitas pembangunan
yang karyanya sudah diakui oleh masyarakat ditingkat lokal hingga ditingkat
Nasional. Tentu pada kondisi saat ini tidaklah terlalu urgent bagi kita untuk membahas
keberhasilan – keberhasilan itu, bagi kita tentu yang lebih penting adalah
bagaimana caranya kita dapat mengapresiasi langkah dan upaya yang telah mereka
tempuh serta bagaimana cara mereka didalam menjaga spirit “berkarya untuk
sesama”, agar tidak kehabisan stamina dan kreatifitas.
Dan untuk lebih mendorong
terus tumbuh kembangnya masyarakat secara personal maupun secara bersama-sama
untuk dapat memposisikan diri sebagai motivator pembangunan pada lingkungannya
masing-masing, tentu tidak ada salahnya bilamana pada kesempatan ini kami tampilkan
profil seorang M. Taufik Davit, ST yang didalam keterbatasannya, masih mau
untuk memikirkan bagaimana Saudara-saudara dilingkungannya dapat berkarya
sekaligus dapat mengentas dirinya bersama keluarga dari kehidupan kemiskinan.
M. Taufik Davit,lahir di Kediri pada
tanggal 27 Juli 1979, dengan pendidikan terakhir S1 Teknik. Sampai dengan
sekarang, pengalaman-pengalaman yang sudah dilaluinya adalah : Sebagai Pengurus
Unit Pengelola Keuangan-UPK Gerdu Taskin tahun 2005; Sebagai pendamping
kegiatan Program Aksi Mengatasi Dampak Kenaikan BBM (PAM-DKB) pada tahun 2006;
sebagai Konsultan Peningkatan sarpras Wilayah Propinsi Jawa Timur Tahun 2007
(bagian dari Program Gerdu Taskin yang dikoordinir oleh Dinas PU Propinsi Jawa
Timur); sebagai pendamping Program Sistem Manajemen Pembangunan Partisipatif-SMPP
di Kota Kediri Tahun 2008.
Dari beberapa pengalaman yang
telah dilakukan, karya nyata yang telah dirintisnya dan sampai saat ini eksis
terus berjalan adalah kegiatan usaha cuci sepeda motor (yang dikelola sendiri
maupun yang dikelola oleh Karang Taruna Kelurahan Jagalan) serta kegiatan usaha
Tahu Kentucky yang telah dirintisnya beberapa waktu yang lalu. Hingga saat ini,
usaha cuci motor yang telah dirintis oleh Saudara Taufik Davit telah menyerap 5
orang pekerja, sedangkan usaha tahu Kentuckynya berjumlah 3 kios yang dikelola
oleh 3 orang pekerja. Rencananya, pada tahun ini Saudara Taufik Davit akan
menambah 5 kios Tahu Kentucky lagi
dan yang bersangkutan akan mengupayakan untuk menambah jenis kegiatan sehingga
kios-kios tersebut dapat dioperasionalkan pada pagi hari.
Apa yang telah dirintis oleh
seorang M. Taufik Davit, memanglah tidak terlalu istimewa bilamana diukur dari
nilai usaha maupun dampak yang ditimbulkan bagi warga masyarakat
dilingkungannya. Tetapi bilamana diukur dari bagaimana kepeduliannya terhadap
orang-orang dilingkungannya yang tidak memiliki pekerjaan padahal mereka
memiliki tanggungjawab keluarga, sesungguhnya hal inilah yang menjadikan kami
merasa perlu untuk mengangkat profilenya dengan maksud dan tujuan agar dapat
menjadi motivasi bagi kita untuk ikut tergerak menciptakan ladang-ladang amal,
membantu saudara-saudara kita yang miskin sekaligus mendorong kita yang telah
berbuat kebaikan semakin dekat dengan pintu-pintu surga-Nya. Amiin.