GEDUNG DEWAN DAN RAKYAT SUDAH MEMILIH WAKIL MEREKA
Pemilu Legislatifsudah berakhir digelar 9 April 2009 lalu,
kini masyarakat tinggal menunggu hasil
penghitungan suara di KPU secara resmi diumumkan dan ditetapkan paling 9 Mei
nanti. Walaupunpesta demokrasi tahun
ini benyak menuai ketidakpuasan dari
berbagai kalangan elite politikpersoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diperoleh data dari Depdagri
bukan seperti pemilu 2004 yang didapat dari Data Pusat Statistik (DPS) inilah
demokrasi yang sedang kita bangun. Kekurangan atau ketidaksempurnaannya
penyelenggaraan Pemilu sebagaiproses
pembelajaran ke depan dan Pilprespada
Juli nanti agar kesalahanitu tidak
terulang lagi.
Gedung
Dewan (DPRD)menanti siapa yang
menjadiwakil rakyat yang akan mendiami
gedung dewan di jalan Mayor Bismo 21. Bagi mereka yang terpilih menjadi wakil rakyat harus sanggup
meningkatkan kinerja mengemban amanat rakyat. Dan bagi yang belum berhasil
menjadi wakil rakyat tetap diposisikan secara terhormat.
Memang
menjadi wakil rakyat bukan pekerjaan
mudah. Membutuhkan pikiran , biaya dan kualitas akademik sekaligus sanggup
mengangkat nurani rakyat. Bagaimanapun juga ternyata harga sebuah kekuasaan itu
memang mahal harganya. Makabukan tidak
mungkin banyak calon menginginkan posisi untuk duduk di kursi Parlemen.
Bagaimana pun pulamasyarakat kanbelumpernah mendapat gambaran
jelasseperti apa para wakil mereka
bekerja di gedung Dewan untuk mengodok suatu perturan daerah (Perda) dengan
eksekutif. Yang pasti masyarakat sudah memiliki wakil mereka lima tahun ke depan dalammenjalankan tugas-tugassebagai wakil rakyat. Karena masyarakat
belakangan ini percaya bahwa citra positif dewan yang katanya hendak dibangun.
Olehkarena itusikap antusias masyarakat datang ke tempat
pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan
hak pilihnya.
Tugas
wakil rakyat untuklima tahun ke depan
teramat berat karena pada Pemilu 2009 ini masyarakat memilih langsung wakilnya
yang duduk di Parlemen. Kesalahan dalam memilih berarti akan menjadi penyesalan
selama lima tahundalam menentukan
nasif bangsa. Maka yangterpilih menjadi
wakil mereka harus tampil berkualitas , sanggup
benar-benar mewakili rakyatbekerja demi
kesejahteraan masyarakat, dengan demikian masyarakat akan menjadi terwakili.
Rasanya
perlu diingatkan kembali bahwa Masyarakatdalam menggunakan haknya boleh
mengawalmelalui LSM-LSMataulembaga
sejenisnya untuk mengetahui, memantau
dan mengkritisi sejauhmana
wakil-wakilnya di gedung Dewan bekerja dalam melaksanakansesuai kehendak masyarakat. Seperti apapejabatnyamenjalankantugas.Semua kegiatan
harus dilakukan secara transparan sehingga masyarakat tahu untuk apa
misalnyasuatu peraturan daerah yang
dibuat antara legislatif dan eksekutif.
Memang
belakangan ini masyarakat belum banyak tahu proses lahirnya peraturan atau
undang-undang yang dibuat oleh legislatif dan eksekutif serta kerja para wakil mereka di gedung Dewan. Menjadi
pengawal memanglah cukup berat dan bukalah tugas yang dipandang gampang bagi lembaga-lembaga
masyarakat apalagi menjadi pengawalkerja wakil rakyat di gedung
Dewan sekarang persoalannya seberapa banyak LSM-LSM yang mempunyai sikap mengkriitisi terhadap kinerja
Dewan. Seberapa jauh para tokoh masyarakat yang peduli atau mengkritisi hasil kerja
para wakil kita.Hal ini kiranya sedini mungkin perlu harus segera dibangun.
Sebab hasil yang positif akan terbentuk melalui kerja para lembaga atau LSM ini
dalam menyuarakan hati rakyat dalam membangun masalah-masalah yang dihadapi
masyarakat.
Pasca Pemilu Legislatif
Pemilu
Legislatif memang telah usai digelar, masyarakat Kota Kediri telah melaksanakan
hak pilihnya dengan baik dan lberjalan lancar , nampaknya banyak calon
legislatif berasal dari muka-muka baru dan kaum muda yang akan menjadi wakil
rakyat di DPRD Kota Kediri. Sementara biarlah kota-kota lain berbincang tentang
kecurangan Pemilu dan biarlah kota lain menyelesaikan dengan
sendirinya persoalan itu. Yang penting kota kita tidak terdapat masalah, aman.
Mari kita bangun kota kita sendiri dengan tampil
berkualitas dan apik tanpa mempersoalkan hal-hal yang memang kurang enak
dilihat. Kita harus sadar demokrasi memang baru kita bangun sepuluh tahun lalu,
tentunya kekurangan dan kesalahan haruslah kita benahi bukan malah menjadi
cemo’oh dan pertentangan saling menuntut terus bagaimana bangsadi tanah air kita ke depan, hanya karena
persoalan serta masalah-masalah yang selalu menjadi pertentangan. Tidak-kah
kita bisa berpikir secara arif sedikit saja dalam mengatasi masalah bangsa ini
tanpa harus ada saling menyalahkan.
Andai
demikian terus bagaimana nasif bangsa ini ke depan?Menggeneralisir suatu
masalah, memvonis , KPU atau KPUDdan
pemerintah selaku penyelenggara Pemilu, kita buleh sejahat itu. Kesalahan
dianggap suatu kecurangan, apakah kita tidak bisa sedikit lunak dalan
melihatatau mengatasi suatu masalah,
masyarakat sudah kehabisan air mata danmerasa bosan melihat serta mendenganjagat perpolitikan di negeri kita ini.
Mari kita
bangundunia perpolitikan di negeri kita
ini bersama-sama dengan arif dan bijak. Kasihan masyarakat kita selalu disuguhi
udrek-udrekan persoalan politik.
Bangsa kita sudah lelah. Tidak adakah hal lain yang disuguhkan kepada
masyarakat yang bermanfaat bagi kehidupan bangsa dan nasif rakyat misalnya, perbaikan ekonomi, peningkatan mutu
dan biaya pendidikan atau pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin juga
peningkatan sumber daya manusiaperbaikan gizianak-anakdll.
Tidakadakah
pulaucapan rasa terima kasih kepada
KPPS dan anggotanya yang secara ikhlas bekerja untuk pesta demokrasi ini dengan
honor yang relatif kecil sekali. Betapa malangnya mereka kalau ada kesalahan mendapat tudingan bahkan akan
dituntut pula, mungkin ada lontaran-lontaran pemilu harus diulang dan
macam-macam tudingan yang selalu ditimpakan kepada mereka.
Padahal
kita sadar, sebab sukses dan tidaknya suatu pelaksanaan pemilu legislatifterletak pada KPPS. Mereka tidak pernah
diliput media cetak atau elektronik yang diwawancarai hanya para elite politik
saja, keikhlasan kerja mereka terlupakan begitu saja.
Sungguh
suatu hal yang sulit dipahami, masyarakat dan para elite politik, kalau sang
calegsudah menduduki di gedung
Dewanmereka-mereka tentu melupakan
apalagi memikirkan mereka.
Perubahan
agaknyaini yang gencar didengungkan
oleh kaum muda. Mayor Bismo 21 nanti akan didudukipara dewan yang berasal dari kaum muda.Yang
jadi pertanyaan masyarakat sepert apa kinerja wakil rakyat kita nanti,
wajah-wajah baruakan berada di gedung
dewan membawa amanat rakyat, menggodok peraturan untuk di golkan menjadi
Peratutan Daerah yang mengikat. Akankah benar-benar membawa perubahan di dunia
Parlemen, bahkan tidak mungkin akan terjadi sebaliknya. Inilah yang selalu
menjadi risau para generasi tua. Harapan masyarakat agar kaum muda memimpin dan
menjadi wakil mereka sudah terwujuddi
Pemilu lLegislatif tahun ini.
Sekarang
masalahnya seperti apa kaum muda memimpin dan bekerja di gedung Dewan. Kita
harus tetap optimis bahwa kaum muda dapat menjadi wakil rakyat apabila diberi
kesempatan tanpa harus didikte oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Karena kita bersepakat mengadakan era perubahan membangun suatu pemerintahan
yang bersih dan baik dan membentuk wakil rakyat berkualitas serta berdedikasi
tinggi. Kota Kediri sudah memiliki walikota dan wakilnya baru kini sudah
melaksanakan program kerja seratus hari
bisa dimungkinkan wakil rakyat yang baru nanti juga akan melaksanakan program
seratus hari tersebut.
Selamat
dan selamat datang para calon wakil rakyat yang terpilih. Selamat pula bekerja
di gedung Dewan dan berkarya menjalankan tugas-tugas yang berikan oleh rakyat
untuk membangun perwakilan di daerah dan dapat bekerja sama dengan eksekutif.