Resmi
sudah pasangan dr. Samsul Ashar dan Abudullah Abubakar menjadi Walikota dan
Wakil Walikota Kediri 2009-2014 usai dilantik Gubernur Jawa Timur Soekarwo
(2/4). Tugas-tugas pun sudah menanti di depan mata, terlebih pasangan dokter
spesialis penyakit dalam dan pengusaha ini mengusung program kerja 100 hari
pada saat kampanye. Dan Program Kerja 100 Hari inilah yang kini menjadi
prioritas semua skater teruitama bagi satker yang ketiban sampur menjadi salah satu pengemban program tersebut.
Bagaimana persiapan satker-satker yang ketiban sampur tersebut, tabloid
Barometer mengulasnya di Liputan Utama edisi April kali ini.
Entah
karenamempunyai latar belakang dokter
atau karena hal lain, yang pasti program Peningkatan Derajat Kesehatan
Masyarakat Kota Kediri menjadi salah satu Program 100 Hari Pak Dokter. “Bukan
semata-mata karena saya dokter sebenarnya. Tapi di sini saya lebih menekankan
pada ekonomi-kesehatan. Dimana kalau
kesehatan meningkat, maka ketahanan pangan juga akan meningkat,” jelas Walikota
Samsul berkaitan dengan program Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Kota
Kediri yang termasuk dalam Program 100 Harinya.
Dalam
Surat Terbuka yang dikeluarkan pasangan Samsul Ashar – Abdullah Bakar saat
kampanye lalu memang mengangkat masalah kesehatan menjadi salah isunya. Dalam
Surat Terbuka itu juga disebutkan bahwa jika terpilih, pasangan ini akan
menyisihkan 18% dari anggaran APBD untuk bidang kesehatan. Dengan dana sebanyak
itu, selain puskesmas yang wajib buka hingga sore hari yang menjadi program
utama 100 Hari, Pemerintah juga akan memberikan layanan gratis biaya berobat
bagi semua warga Kota Kediri, penempatan 1 dokter di setiap kelurahan, gratis
biaya pengasapan/fogging untuk membasmi DB, gratis susu dan makanan tambahan
untuk balita keluarga miskin yang akan menjadi Program Prioritas selanjutnya di
bidang kesehatan. Dan Program Prioritas ini sendiri diharapkan dapat terlaksana
pada 2009 ini.
Yang masuk
dalam Program 100 Hari selain bidang kesehatan adalah gratis untuk pembuatan
Kartu Tanda Penduduk-KTP, kartu Keluarga-KK dan Surat keterangan Pindah Antar Daerah;
serta percepatan dan kemudahan proses pelayanan perijinan. Semua
program-program ini memang tertulis dalam Surat Terbuka saat kampanye pemilihan
walikota.
Disamping
Program 100 Hari, Samsul juga mempunyai program-program prioritas yang
diharapkan dapat terealisir tahun 2009. Program itu antara lain dalam
Peningkatan Pelayanan Pendidikan yang akan membebaskan biaya SPP dan
meringankan biaya pendidikan bagi siswa SD sampai dengan SLTA untuk warga Kota
Kediri serta pemberian fasilitas internet di sekolah-sekolah SLTA. Penyiapan
modal kerja sebesar 15 M bagia usaha mikro kecil dan menengah-UMKM, menjadi
program prioritas selanjutnya.
Transparansi
anggaran pendapatan dan belanja daerah-APBD melalui media elektronik juga masuk
dalam program prioritas yang direncanakan Samsul, disamping pemberdayaan
organisasi-organisasi kemasyarakatan dan keagamaan seperti, RT/RW, Kader
posyandu, Karang Taruna, Koperasi, Kelompo Kesenian, Pedagang, kelompok Tani,
Pengarjin, Pondok Pesantren dan Komunitas Beragama dan Kepercayaan.
Program
100 Hari dan Program Prioritas Pemerintah Kota Kediri Tahun 2009 merupakan
bagian dari Rencana Pembangunan Daerah tahun 2009 yang dijadikan pedoman dan
acuan bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah-SKPD di jajaran Pemerintah Kota Kediri
dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan target kinerja pada
tahun 2009.
Guna
mencapai target kinerja dimaksud maka SKPD Pelaksana harus meningkatkan ethos
kerja dan motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas dengan tetap
berlandaskan pada aturan perundangan yang berlaku dan azas kepemerintahan yang
baik (good governance).
Di samping
itu guna menunjang pencapaian Program 100 Hari dan Program Prioritastahun 2009, maka SKPD Pelaksana yang
kegiatannya belum teralokasi di APBD awal 2009, agar segera mengusulkannya pada
Perubahan APBD Tahun 2009.
Dengan
melaksanakan secara sungguh-sungguh program-program ini yang disertai dengan
melakukan evaluasi dan monitoring diharapkan akan mampu mewujudkan masyarakat
Kota Kediri yang makmur, mandiri dan berakhlak.
Keseriusan
jelas ditunjukkan Samsul untuk mewujudkan Program 100 Hari-nya, termasuk dengan
melakukan mutasi pejabat di lingkup Pemkot Kediri beberapa waktu lalu.
Bagaimana seandainya Program 100 Hari tersebut tak dapat tercapai? Dengan tegas
Samsul menjelasnya dirinya siap mundur dari jabatan walikota-nya seandainya
tidak berhasil melaksanakan Program 100 Hari sebagaimana yang tertulis dalam
Surat Terbukanya ketika kampanye. “Niat saya baik untuk membawa Kota Kediri ke
kondisi yang lebih baik lagi. Tapi ya itu terserah kepada warga Kota Kediri dan
elemen masyarakat yang ada, mau tidak diajak menjadi lebih baik. Buat saya
tidak masalah kalau memang masyarakat Kediri tidak menghendaki. Toh sebelum
jadi Walikota saya juga sudah mempunyai profesi sendiri.”
-----------------------
KPP
Candrawati
Puspitorini, SS., Kasubbag. TU Kantor Pelayanan Perijinan:”Pada prinsipnya KPP
sih siap-siap saja, tapi kepala-kepala dinas terkait yang selama ini masih
mengurusi perijinan sudah mau melepas apa belum. Karena koordinasi dengan dinas
terkaitselama ini kurang mendapat
perhatian. Itu yang masih menjadi kendala di KPP.”
Selain
kesiapan dari kepala-kepala dinas yang selama ini masih ketempatan mengurus
perijinan, Candra juga menegaskan komitmen dari Kepala Daerah, “Ya…harus ada
komitmen dari kepala daerah untuk mendukung Program 100 Hari, seperti
penandatanganan SK Perijinan harus segera dilimpahkan kepada kepala KPP. Selain
itu seluruh tim-tim teknis yang menyangkut perijinan yang saat ini masih berada
di dinas terkait untuk segera ditempatkan di KPP.”
Dijelaskan
perempuan kelahiran Blora ini, sejak berubah dari KPP menjadi UPP, beberapa
perijinan yang semula berada di KPP, ditarik kembali ke dinasnya masing-masing.
Seperti Kasi Penetapan IMB-Ijin Mendirikan Bangunan, masih berada di Dinas Tata
Ruang Kebersihan dan Pertamanan-DTRKP, SIUPP TDP IUI masih berada di Dinas
Perindustrian, Perdagangan & Pertambangan-Disperindagtam. Sehingga untuk
mengurus perijinan tidak bisa dilakukan satu atap di Kantor Pelayanan Perijinan.
Untuk
mempercepat Program Kerja 100 Hari walikota baru, jelas Candra, proses
perijinan harus disederhanakan. “Ada jalan pintas agar prosedur
perijinan itu sederhana yaitu alurnya tidak usah melalui dinas-dinas, cukup
ditetapkan di KPP saja dan ditandatangani oleh Kepala KPP. Sementara, Dinas
instansi terkait bertanggungjawab atas PAD serta pembinaan kepada masyarakat. Dan
bila ingin perijinan cepat, kelembagaannya harus ditingkatkan. Dalam arti agar
tenaga-tanga teknis yang terkait bisa segera ditempatkan di KPP kembali.”
Yang perlu
ditambahkan lagi, kata Candra, yaitu Kepala Seksi Penanganan Pengaduan
Masyarakat. “Selama ini belum ada Kepala seksi yang menangani masalah pengaduan
masyarakat sehingga bila ada permasalahan yang timbul ditangani oleh Kasi
Perijinan. Agar pelayanan lebih efektif maka harus ada seksi yang khusus
menangani pengaduan masyarakat, yaitu seksi Penanganan Pengaduan Masyarakat.”
-----------------------------------
CAPIL
Drs. H.
Muhaimin, M.Si. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil :”Kita sudah
siap untuk melaksanakan Program kerja 100 Hari Pak Wali. Kita sudah menyiapkan
Raperda-nya dan sekarang sedang dibahas di Dewan. Karena tanpa ada Perda kita
tidak bisa melaksanakan pembebasan biaya KTP dan KK.”
Bahkan
Muhaimin juga optimis Program Kerja 100 Hari yang melibatkan dinas yang
dipimpinnya tidak akan melampaui target 100 hari Walikota Samsul. “Insyaallah
hanya dalam waktu 60 hari kami siap. Tidak sampai 100 hari. Juni kami sudah ON!”
Selain
telah menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah, sebagai salah satu satker yang
masuk dalam Program Kerja 100 Hari walikota baru terkait dengan program
pembebasan biaya pembuatan KTP, KK dan Keterangan Pindah antar Daerah, sudah
ada beberapa langkah yang telah dilakukan oleh Disdukcapil di antaranya
menyiapkan perangkat lainnya. Perangkat lain yang dimaksud Muhaimin adalah
mengajukan telaahan untuk menambah pegawai baru karena sejak statusnya naik
dari kantor menjadi dinas, Disdukcapil belum melakukan penambahan personil.
Disamping
penambahan pegawai, Disdukcapil juga tengah melakukan penataan jaringan online
yang sebelumnya berada di tiap-tiap kecamatan. “Ini karena kewenangan
penandatanganan KTP maupun KK tidak lagi oleh camat, tapi langsung oleh kepala
Disdukcapil. Sehingga dengan peralihan tersebut pelayanan di kecamatan akan
disentralisasi di Disdukcapil. Karena itu jaringan yang ada di kecamatan akan
kami tarik kembali.”
Selain itu
lanjut Muhaimin, dengan dipusatkan di Disdukcapil, penerbitan KTP maupun KK
akan lebih efektif dan efisien serta lebih mudah dipantau.
-----------------------------
Dinkes
Dr. Sentot
Imam Suprapto,MM., Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri :”Kita siap. Di sini kita
jangan bicara soal kendala, karena kalau bicara kendala, semua ya pasti ada
kendalanya.”
Sama
seperti Disdukcapil, guna mendukung Program 100 Hari walikota baru, Dinas
Kesehatan sudah menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah-Raperda yang tengah
digodok di Dewan. Guna mendukung Program 100 Hari di bidang kesehatan, Dinas
Kesehatan mengusung Program Pelayanan Kesehatan Secara Maksimal dengan didasari
Spirit Pro Rakyat.
“Program
kesehatan yang kami ajukan semuanya merupakan masalah kesehatan dasar
masyarakat. Itu makanya kami sebut sebagai Pro Rakyat,” jelas Sentot. Ada 5
Program Pro Rakyat yang dimaskud oleh Sentot, yaitu:
1.Pelayanan
Kesehatan, dengan memberikan gratis pelayanan dasar bagi keluarga miskin.
“Gratis biaya pelayanan dasar ini kami berikan baik kepada gakin maupun non
kuota. Sedang untuk keluarga sejahtera kami memberikan subsidi untuk pelayanan
dasar.”
2.Penempatan
Dokter di Tiap Kelurahan. Untuk program penempatan dokter di tiap kelurahan,
Dinas Kesehatan membagi program itu menjadi dua tahap. “Tahap pertama atau 30
hari pertama untuk sementara kami akan mengoptimalkan dokter yang ada sekarang
dengan puskesling, karena tenaga dokter yang ada masih terbatas.” Untuk
mendukung program satu kelurahan satu dokter, jelas Sentot, setidaknya masih
ada 15 tenaga dokter yang dibutuhkan. “Tenaga dokter yang kurang akan kami
lakukan dengan sistem kontrak. Hanya saja untuk tenaga dokter ini tidak bisa
dilakukan dengan cara outsourcing
dengan pihak ketiga, karena ini terkait dengan masalah honor. Honor dokter khan
tidak sama dengan honor tenaga teknis yang lain.” Menyangkut masalah honor
dokter, kata Sentot, pihaknya kini masih terus berkonsultasi dengan tim
anggaran. “Mudah-mudahan akhir Juni nanti kami sudah bisa memenuhi kekurangan
dokter yang ada sehingga 46 kelurahan 100% mendapatkan pelayanan dokter, baik
di Puskesmas, Puskesmas Pembantu maupun Pos Kesehatan Kelurahan-Poskeskel.
Sekalian untuk persiapan menyambut Hari Jadi Kediri.”
3.Pembebasan
Biaya Fogging. Gratis biaya fogging ini dilakukan apabila semua langkah PSN
telah dilakukan namun kasus DB masih ditemukan,”Karena fogging ini khan merupakan
kegiatan pamungkas dari PSN.”
4.PSMT-Pemberian
Susu dan Makanan Tambahan. Program PSMT diberikan kepada balita gizi buruk
terumata dari keluarga miskin-gakin. Untuk balita gizi buruk dari gakin akan
diberikan PSMT selama satu tahun penuh. Balita kategori gizi kurang dengan
penyulit dari gakin akan mendapatkan PSMT selama 3 bulan. Sedang balita gizi
buruk yang bukan dari gakin juga tetap akan mendapatkan PSMT, tapi akan
disertai dengan pendidikan pola asuh. Di Kota Kediri hingga Maret 2009 masih tersisa
10 kasus gizi buruk.
5.Program
kelima Peningkatan Derajat Kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan adalah.
Sentot sendiri menyebut masalah Kader Posyandu sebagai masalah Khusus dalam Program 100 Hari. “Karena,
lagi-lagi ini masalah anggaran. Kami berencana untuk menaikkan uang transport
bagi kader posyandu, baik posyandu balita maupun posyandu lansia. Selama ini
honor bagi kader posyandu adalah 15 ribu per orang, nah kami ingin menaikkannya
menjadi 20 rb.”Di Kota Kediri saat ini
mempunyai kader posyandu balita sebanyak 2.200 dan 460 kader posyandu lansia.
Sementara
itu dengan program peningkatan derajat kesehatan diharapkan tiga target
kesehatan akan dapat diwujudkan. Tiga target kesehatan yang dimaksud adalah
menurunnya Angka Kematian Ibu, menurunnya Angka Kematian Bayi dan menurunnya
Angka Kematian Bayi Baru Lahir. Dan dengan pencapaian ketiga target tersebut
diharapkan Usia Harapan Hidup-UHH di Kota Kediri juga akan meningkat.
Lalu
bagaimana bila masa 100 hari program kerja walikota baru telah usai? Apakah
program peningkatan derajat kesehatan masyarakat tersebut akan juga berakhir?
“Kalau program itu Pro Rakyat mbok ya jangan diganggulah. Contohnya untuk
anggaran honor dokter kontrak saya menganggarkan hingga 8 bulan, sedang
berikutnya sudah kami masukkan pada anggaran 2010. Saya yakin kalau Pro Rakyat
mudah-mudahan akan didukung dan terus berlanjut.”
----------------------
Agus
Suharyanto, S.Sos.,M.Si., Kepala Kantor Pelayanan Perijinan-KPP: “Jelas kita
siap untuk mendukung Program 100 Hari tersebut. Sekarang kami sedang menyiapkan
protapnya, agar pelayanan perijinan dapat Cepat,Mudah, dan Transparan.”
“Dan yang
jelas dibutuhkan komitmen bersama dari seluruh SKPD untuk ikut membangun KPP,”
lanjut pria yang baru 16 April lalu diangkat menjadi kepala KPP tersebut.
Komitmen bersama yang dimaksud Agus karena selama ini beberapa perijinan masih
berada di satkernya masing-masing. Sementara untuk membuat pelayanan perijinan
yang cepat, idealnya semua perijinan menjadi satu atap di KPP. Sementara hingga
hari ini sudah ada 10 perijinan yang ditangani langsung oleh KPP, sedang
sisanya masih ditangani di skater masing-masing.
Sejak
berubah dari KPP menjadi UPP, beberapa perijinan yang semula berada di KPP,
ditarik kembali ke dinasnya masing-masing. Seperti Kasi Penetapan IMB-Ijin
Mendirikan Bangunan, masih berada di Dinas Tata Ruang Kebersihan dan
Pertamanan-DTRKP, SIUPP TDP IUI masih berada di Dinas Perindustrian,
Perdagangan & Pertambangan-Disperindagtam. Sehingga untuk mengurus
perijinan tidak bisa dilakukan satu atap di Kantor Pelayanan Perijinan.
“Sekarang
kami tengah menyiapkan protap perijinan yang akan menjadi standart pelayanan
public di KPP.” Dengan protap ini nantinya akan dapat ditentukan berapa waktu
yang dibutuhkan untuk mengurus satu perijinan.
Mantan
Kabid. Diklat BKD ini juga mengungkapkan, tak lama lagi pihaknya akan
menerapkan computerize di KPP dengan SIM P-Sistem Informasi Manajemen
Perijinan. Dengan SIM P ini pelayanan yang Cepat, Mudah, dan Transparan
diharapkan dapat segera dilaksanakan di KPP.