Jumlah Penduduk Kota Kediri pada tahun 2007 telah mencapai 248.751 jiwa, bertambah 7.621 jiwa dibandingkan dengan tahun 2006. Perkembangan penduduk Kota Kediri tahun 2007 dibanding tahun 2006 adalah sebesar 3,16 persen, dimana perkembangan penduduk laki-laki relatif lebih besar dibandingkan penduduk perempuan, yaitu 3,48 persen untuk laki-laki dan 2,84 persen untuk perempuan. Perkembangan penduduk periode 2006-2007 lebih besar dibandingkan dengan periode 2005-2006 yang mencapai 3,15 persen.
Meskipun persentase perkembangan penduduk laki-laki lebih besar dibandingkan penduduk perempuan akan tetapi jumlah penduduk laki-laki di Kota Kediri masih lebih kecil dibandingkan dengan penduduk perempuan. Hal ini dapat diketahui dari angka Sex Ratio, yaitu ratio atau perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap perempuan dikali 100. Angka Sex Ratio penduduk Kota Kediri pada tahun 2007 mencapai 97,30 persen. Hasil ini sedikit lebih tinggi dibanding kondisi dua tahun yang lalu, tahun 2006 mencapai 96,70 persen dan tahun 2005 sebesar 96,78 persen.
Angka Pertambahan Alami, yang merupakan selisih antara jumlah yang lahir dengan yang meninggal / mati, di Kota Kediri mengalami pasang dan surut pada periode tahun 2005-2007. Pada tahun 2005 Angka Pertambahan Alami mencapai 613 jiwa, tahun 2006 mencapai 356 jiwa dan 2.228 jiwa pada tahun 2007.
Jumlah penduduk yang pindah atau keluar meninggalkan Kota Kediri lebih sedikit dibandingkan yang datang ke Kota Kediri. Hal ini dapat diketahui dari Angka Migrasi Netto yaitu selisih penduduk yang datang dikurangi yang pindah, dimana pada tahun 2007 mencapai 2.860 jiwa.
Tingkat Kepadatan penduduk Kota Kediri pada tahun 2007 mengalami pertambahan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu mencapai 3.923 jiwa per Km2 sedangkan tahun 2006 mencapai 3.803 jiwa/Km2. Apabila dirinci menurut kecamatan, maka kecamatan Kota mempunyai tingkat kepadatan penduduk paling tinggi dibandingkan dengan dua kecamatan lainnya yaitu mencapai 5.659 jiwa per Km2, sedangkan kecamatan Mojoroto mencapai 3.781 jiwa per Km2 dan kecamatan Pesantren mencapai 3.508 jiwa per Km2.
Kecamatan
Desa / Kelurahan
Luas (Km2)
Jumlah
Penduduk
Kepadatan
(jiwa/km2)
Kota
Manisrenggo
1.764
3.043
1.725
Rejo Mulyo
1.670
3.820
2.287
Ngronggo
2.585
11.127
4.304
Kaliombo
0.958
6.197
6.469
Kampung Dalem
0.332
3.322
10.006
Setonopande
0.383
5.048
13.180
RinginAnom
0.050
1.322
26.440
Pakelan
0.214
2.948
13.776
Setonogedong
0.059
1.273
21.576
Kemasan
0.228
2.122
9.307
Jagalan
0.043
2.186
50.837
Banjaran
1.209
7.941
6.568
Ngadirejo
1.470
11.968
8.141
Dandangan
1.100
6.367
5.788
Balowerti
0.830
6.996
8.429
Pocanan
0.214
1.971
9.210
Semampir
1.791
6.670
3.724
JUMLAH
14.900
84.321
5.659
Pesantren
Blabak
3.354
5.069
1.511
Bawang
3.449
5.034
1.460
Betet
1.891
4.210
2.490
Tosaren
1.361
5.240
3.850
Banaran
0.94
3.868
3.971
Ngletih
1.237
2.018
1.631
Tempurejo
1.864
3.748
2.011
Ketami
1.894
3.832
2.023
Pesantren
1.356
4.961
3.659
Bangsal
1.029
5.566
5.409
Burengan
1.283
4.569
3.561
Tinalan
0.926
4.784
5.166
Pakunden
1.024
5.713
5.579
Singonegaran
0.990
7.650
7.727
Jamsaren
1.471
5.158
3.506
JUMLAH
23.903
71.420
2.988
Mojoroto
Pojok
3.212
8.083
2.517
Campurejo
1.504
6.856
4.559
Tamanan
1.079
3.405
3.156
Banjarmlati
1.133
4.524
3.993
Bandar Kidul
1.736
9.404
5.417
Lirboyo
1.113
7.202
6.471
Bandar Lor
1.386
9.814
7.081
Mojoroto
2.429
11.556
4.758
Sukorame
3.675
7.159
1.948
Bujel
1.826
6.455
3.535
Ngampel
1.952
5.263
2.696
Gayam
1.319
3.558
2.697
Mrican
1.418
6.533
4.607
Dermo
0.819
3.198
3.905
JUMLAH
24.601
93.010
3.781
Tabel tersebut memberikan gambaran bahwa Kecamatan Mojoroto memiliki daerah yang paling luas yaitu 24,601 Km2, untuk jumlah penduduk yang paling banyak terletak di Kecamatan Mojoroto yaitu sebanyak 93.010 jiwa dengan luas wilayah 24.601 Km2, Kecamatan Kota mempunyai tingkat kepadatan penduduk paling tinggi yaitu 5.659 jiwa/Km2.
Konsentrasi penduduk di Kecamatan Kota ini bisa mengakibatkan ledakan urbanisasi, munculnya perilaku masyarakat yang kurang sehat sehingga memicu banyak kejahatan dan pemerataan pendapatan yang tidak seimbang. Oleh karena itu Pemerintah Kota Kediri dinilai perlu untuk melakukan penyebaran pembangunan dan penciptaan lapangan kerja secara merata dalam konteks wilayah yang menyebar di seluruh Kota Kediri.
Tenaga Kerja
Jumlah pencari kerja pada tahun 2007 mengalami penurunan sebanyak 747 orang (15,14 persen) dari 4.935 orang pada tahun 2006. Jumlah pencari kerja pada tahun 2007 sebanyak 4.188 orang dengan persentase perempuan adalah 48,83 persen dan 51,17 persen adalah laki-laki. Penurunan jumlah pencari kerja yang mencapai 15,14 persen pada periode 2007 diikuti dengan penurunan jumlah penempatan tenaga kerja atau yang diterima kerja yang mencapai negative 912 (39,31%) dari 2.320 orang pada tahun 2006, begitu pula dengan permintaan tenaga kerja. Pada tahun 2006 permintaan tenaga kerja sebanyak 1.783 orang sedangkan tahun 2007 turun menjadi 1.653 orang (7,29%). Jumlah pencari kerja pada tahun 2007 dirinci menurut jenjang pendidikan yang ditamatkan yang terbanyak adalah SMA mencapai 2.934 orang, sedangkan yang paling rendah adalah lulusan SD sebanyak 15 orang. Penempatan kerja pada tahun 2007, lulusan SMP paling banyak diterima kerja yaitu 1.108 orang dan lulusan Perguruan Tinggi yang diterima kerja sebanyak 69 orang . Jumlah TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang dikirim keluar negeri yang terdaftar di Kantor Ketenagakerjaan Kota Kediri pada periode tahun 2005-2007 mengalami pasang surut.Tahun 2005 mencapai 293 orang pada tahun 2006 menjadi 239 orang dan pada tahun 2007 menjadi 260 orang. Besaran Upah Minimum Kota (UMK) Kota Kediri terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan besarnya inflasi, yaitu 602.000 rupiah pada tahun 2006 meningkat sebesar 20,15 persen dibanding tahun 2005, pada tahun 2007 mencapai 717.000 rupiah, meningkat sebesar 19,10 persen dibandingkan dengan tahun 2006.